BPBD IKUTI RAKOR KEWASPADAAN DINI MALARIA JELANG LIBUR IDUL FITRI 2026

By ADMIN 06 Feb 2026, 22:23:28 WIB Pemerintahan
BPBD IKUTI RAKOR KEWASPADAAN DINI MALARIA JELANG LIBUR IDUL FITRI 2026

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) strategis dalam rangka Kewaspadaan Dini Penyakit Malaria menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta Persiapan Eliminasi Malaria Kabupaten Purworejo tahun 2026


06 Februari 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) strategis dalam rangka Kewaspadaan Dini Penyakit Malaria menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta Persiapan Eliminasi Malaria Kabupaten Purworejo tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 04 Februari 2026, bertempat di Ruang Arahiwang, Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo. Rapat yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi krusial mengingat tantangan besar yang dihadapi Kabupaten Purworejo dalam sektor kesehatan masyarakat di tingkat regional. Dalam rapat tersebut terungkap bahwa Kabupaten Purworejo saat ini menjadi satu-satunya wilayah administratif di regional Jawa-Bali yang belum menyandang status bebas Malaria. Hal ini disebabkan oleh kondisi geografis dan tutupan lahan yang sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles sebagai vektor parasit Plasmodium sp. Kondisi alam ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemberantasan penyakit secara menyeluruh. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Purworejo telah mencanangkan Tahun 2026 sebagai Tahun Eliminasi Malaria. Untuk mencapai target tersebut, kerja sama lintas sektoral, termasuk peran BPBD dalam mendukung stabilitas wilayah, sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas surveilans Malaria. Momentum libur Idul Fitri 1447 H/2026 M menjadi perhatian khusus dalam rapat koordinasi ini. Mobilitas masyarakat yang masuk ke wilayah Purworejo diprediksi akan meningkat pesat, yang berbanding lurus dengan meningkatnya risiko penyebaran penyakit.

Fokus antisipasi diarahkan pada:

  • Desa Reseptif: Terdapat 153 desa/kelurahan di Purworejo yang teridentifikasi memiliki potensi risiko penularan Malaria yang tinggi.

  • Surveilans Ketat: Pengawasan ketat akan dilakukan terhadap penduduk atau pemudik yang datang dari zona endemik luar Pulau Jawa.

  • Garda Terdepan: Puskesmas dan Juru Malaria Desa (JMD) disiagakan sebagai garda terdepan untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dari lonjakan kasus.

Kehadiran BPBD dalam rapat ini menegaskan bahwa penanganan Malaria di Purworejo merupakan bagian dari manajemen risiko wilayah yang memerlukan dukungan semua pihak. Dengan penguatan sistem surveilans dan kesiapsiagaan di tingkat desa, diharapkan target eliminasi Malaria pada tahun 2026 dapat terealisasi, sekaligus menjamin kenyamanan masyarakat selama merayakan Hari Raya Idul Fitri.