BPBD ASSESMENT KERUSAKAN JEMBATAN GANTUNG KEDUNG LELE DESA WIRUN, KECAMATAN KUTOARJO

By ADMIN 06 Feb 2026, 22:31:29 WIB Rehabilitasi dan Rekonstruksi
BPBD ASSESMENT KERUSAKAN JEMBATAN GANTUNG KEDUNG LELE DESA WIRUN, KECAMATAN KUTOARJO

Keterangan Gambar : TRC BPBD sedang melaksanakan assesment dan verifikasi lapangan di jembatan gantung Kedung Lele Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo


06 Februari 2026 - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo melaksanakan asesment teknis terhadap kondisi Jembatan Gantung Kedung Lele di Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo, pada Rabu, 04 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan guna menindaklanjuti kerusakan struktur jembatan akibat cuaca ekstrem yang terjadi akhir tahun lalu. Jembatan sepanjang 65 meter ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan Desa Wirun (Kutoarjo) dengan Desa Tepus (Kutoarjo) dan Desa Karangduwur (Kecamatan Kemiri). Kerusakan dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada 27 – 28 Desember 2025. Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, ditemukan beberapa kerusakan krusial yang membahayakan keselamatan pengguna jalan:

  • Pondasi: Terdapat keretakan pada struktur pondasi jembatan.

  • Struktur Utama: Tiang penyangga dan alas jembatan mengalami kondisi melengkung.

  • Sistem Penahan: Klem penahan seling ditemukan longgar, yang mengakibatkan seling penahan jembatan meregang.

Kondisi ini dikategorikan sebagai kerusakan bangunan ringan namun memiliki risiko tinggi. Jika tidak segera ditangani, struktur jembatan berpotensi mengalami kegagalan fungsi atau putus total. Jembatan Gantung Kedung Lele memiliki nilai historis dan manfaat yang besar bagi warga setempat. Dibangun pada tahun 2016, jembatan ini merupakan hasil kolaborasi bantuan material dari Mr. Toni Ruttiman (Swiss), sementara pembangunan pondasi dan struktur penopangnya didanai melalui Dana Desa Wirun tahun 2016. Hingga saat ini, jembatan tersebut menjadi akses utama bagi anak-anak sekolah (pendidikan) serta jalur distribusi hasil bumi (ekonomi) bagi warga di perbatasan Kecamatan Kutoarjo dan Kemiri.

Dalam kegiatan verifikasi tersebut, tim BPBD didampingi oleh perangkat desa setempat, yakni Kadus III (Bapak Musirin) dan Kadus IV (Bapak Sunggono). Pihak Pemerintah Desa Wirun melaporkan telah menjalin komunikasi dengan tim pelaksana teknis pembangunan jembatan, namun saat ini masih terkendala oleh keterbatasan anggaran untuk perbaikan permanen. BPBD Kabupaten Purworejo mengimbau kepada warga yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi muatan kendaraan guna mencegah beban berlebih pada struktur jembatan yang tengah melemah tersebut.