ANTISIPASI PUNCAK MUSIM HUJAN, BPBD PURWOREJO GELAR RAKOR KESIAPSIAGAAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI

By ADMIN 04 Des 2025, 07:05:50 WIB Pencegahan dan Kesiapsiagaan
ANTISIPASI PUNCAK MUSIM HUJAN, BPBD PURWOREJO GELAR RAKOR KESIAPSIAGAAN BENCANA HIDROMETEOROLOGI

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi di Aula BPBD Purworejo


04 Desember 2025 - Menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025 perihal Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan. Rakor yang dihadiri oleh perwakilan pemangku wilayah dan stakeholder terkait ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 Desember 2025, di Aula BPBD Kabupaten Purworejo. Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, yang diprediksi meningkat di musim penghujan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo Bapak Wasit Diono, S.Sos dalam arahannya meminta seluruh pemangku wilayah dan stakeholder terkait untuk segera melaksanakan pemetaan risiko bencana di wilayah masing-masing. Pemetaan ini krusial untuk mengidentifikasi area yang paling rentan dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.

Dari unsur keamanan, Polres Purworejo menegaskan kesiapsiagaan penuh dengan hasil sebagai berikut:

  • Mempersiapkan 2 Peleton personel yang terdiri dari 53 orang per peleton.

  • Melaksanakan Apel kesiapsiagaan setiap hari pada pukul 08.00 WIB dan 20.00 WIB.

  • Secara berkala melakukan pengecekan peralatan dan perlengkapan kebencanaan untuk memastikan seluruhnya berfungsi optimal saat dibutuhkan.

Rakor ini juga menjadi forum untuk menyampaikan kebutuhan logistik di tingkat wilayah. Kasi Trantib Kecamatan Butuh, misalnya, mengajukan permohonan bantuan karung untuk dijadikan persediaan stok di tingkat kecamatan. Karung ini sangat penting untuk penanganan darurat, seperti mengatasi potensi tanggul jebol akibat debit air yang meningkat.

Sementara itu, PERHUTANI sebagai pengelola kawasan hutan menyampaikan hasil identifikasi potensi bencana di wilayah kerjanya:

  • Wilayah Kedu Selatan diidentifikasi memiliki potensi tinggi terhadap bencana tanah longsor, pohon tumbang, serta isu keamanan terkait pencurian.

  • PERHUTANI akan melakukan inventarisasi detail daerah-daerah yang berpotensi longsor dan rawan pohon tumbang untuk tindakan pencegahan.

  • Di Kabupaten Purworejo, PERHUTANI memiliki 6 (enam) BKPH (Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan), meliputi: Bruno, Gebang, Katerban, Kemiri, Loano, dan Sawangan.

  • Komitmen reboisasi terus dilakukan setiap tahunnya di daerah-daerah yang gundul sebagai upaya mitigasi jangka panjang terhadap tanah longsor.

Dengan hasil Rakor ini, diharapkan koordinasi antara BPBD, Polres, Pemerintah Kecamatan, dan PERHUTANI menjadi lebih solid, sehingga Kabupaten Purworejo dapat meminimalkan dampak buruk dari bencana Hidrometeorologi.