BPBD HADIRI RAKOR TMMD TA 2026

By ADMIN 21 Jan 2026, 07:13:48 WIB Pencegahan dan Kesiapsiagaan
BPBD HADIRI RAKOR TMMD TA 2026

Keterangan Gambar : BPBD hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026


21 Januari 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo turut serta dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (20/01/2026) pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Lantai 2 Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPMD) Kabupaten Purworejo. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, Bapak Laksana Sakti, A.P, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan program TMMD berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa. 

Rapat koordinasi ini juga menghadirkan pemaparan materi dari pihak DPPPAPMD dan KODIM 0708 Purworejo. Berdasarkan hasil rakor, telah ditetapkan empat lokasi sasaran TMMD untuk tahun 2026, yaitu:

  1. Desa Grabag, Kecamatan Grabag

  2. Desa Benowo, Kecamatan Bener

  3. Desa Waturduwur, Kecamatan Bruno

  4. Desa Redin, Kecamatan Gebang

Program TMMD tahun ini dibagi menjadi dua kategori utama yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan:

  • Kegiatan Fisik: Difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan guna memperlancar aksesibilitas dan ekonomi warga.

  • Kegiatan Non-Fisik: Meliputi berbagai kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, termasuk di antaranya edukasi terkait kebencanaan dan kesehatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh sedikitnya 49 peserta, yang terdiri dari perwakilan Dandim 0708 Purworejo, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo. Kehadiran BPBD dalam rapat ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program TMMD, khususnya dalam memberikan edukasi mitigasi bencana di lokasi-lokasi yang menjadi sasaran pembangunan, mengingat topografi beberapa wilayah tersebut yang memiliki karakteristik rawan bencana.