BPBD LAKSANAKAN ASSESMENT DAPURAN BAMBU LONGSOR MENGANCAM PARAPET SUNGAI BOGOWONTO

By ADMIN 21 Jan 2026, 07:29:55 WIB Kedaruratan dan Logistik
 BPBD LAKSANAKAN ASSESMENT DAPURAN BAMBU LONGSOR MENGANCAM PARAPET SUNGAI BOGOWONTO

Keterangan Gambar : TRC BPBD bersama dengan Trantib Kecamatan Purwodadi sedang melaksanakan asesment dapuran bambu longsor yang mengancam Parapet Sungai Bogowonto


21 Januari 2026 - BPBD Kabupaten Purworejo melaksanakan asesment dapuran bambu longsor yang mengancam Parapet Sungai Bogowonto, di Desa Sidoharjo Kecamatan Purwodadi tepatnya di Dusun II, RT 03 / RW 02, Desa Sidoharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo berada di sempadan Sungai Bogowonto. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu, 18 Januari 2026 kurang lebih pukul 03:00 WIB. Pada sekitar pukul 03.00 WIB, terjadi longsor dapuran bambu di tepi Sungai Bogowonto di wilayah Dusun II, Desa Sidoharjo. Longsor diduga dipicu oleh kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Material longsoran berupa dapuran bambu ambruk ke arah sungai dan menggerus tebing di sekitarnya. Kejadian ini diketahui warga pada pagi hari dan segera dilaporkan ke pemerintah desa untuk diteruskan ke pihak terkait.

  • Kondisi dan Dampak Pascakejadian

- Panjang dapuran bambu yang mengalami longsor sekitar 5 meter.
- Ketinggian longsoran diperkirakan mencapai kurang lebih 2 meter hingga bibir sungai.
- Longsoran tersebut mengancam struktur parapet Sungai Bogowonto sepanjang 20 meter dengan tinggi parapet 1,5 meter.
- Apabila terjadi kenaikan debit air disertai arus deras, terdapat potensi parapet mengalami kerusakan serius hingga jebol.

  •  Analisis Risiko dan Potensi Dampak Lanjutan

Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan kondisi cuaca terkini, risiko kejadian lanjutan dinilai cukup tinggi, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2026, sehingga potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih sangat besar.
- Jika parapet jebol, dampak diperkirakan akan langsung dirasakan oleh dua desa, yaitu:
- Desa Sidoharjo, khususnya Dusun II, RT 03 RW 02 sebagai wilayah terdekat.
- Desa Kebonsari, RT 01 RW 01, dengan risiko terdampak paling parah apabila aliran air meluas.
- Dampak lanjutan dapat berupa genangan, erosi lanjutan, serta ancaman terhadap permukiman dan fasilitas warga.
- Dengan demikian, kondisi ini memerlukan perhatian serius dan penanganan segera untuk mencegah kejadian yang lebih besar.

  • Status Aset dan Kewenangan

- Struktur parapet Sungai Bogowonto yang terancam longsor merupakan aset dan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Opak–Oya (BBWSO).
- Penanganan teknis darurat dan permanen berada dalam lingkup kewenangan BBWSO, dengan koordinasi lintas instansi.

  • Upaya Penanganan yang Telah Dilakukan

- Pemerintah Desa Sidoharjo telah melaporkan kejadian kepada Kecamatan Purwodadi dan BPBD Kabupaten Purworejo.
- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Purworejo, didampingi staf Trantib Kecamatan Purwodadi serta pemerintah desa, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.
- Dilakukan pendataan awal dan dokumentasi kondisi lapangan sebagai bahan asesment.

  • Kebutuhan dan Rekomendasi Tindak Lanjut

Perlu koordinasi lintas sektor antara pemerintah desa, kecamatan, BPBD, dan BBWSO guna mencegah dampak yang lebih luas untuk : 

- Penanganan darurat penguatan parapet.
- Antisipasi kenaikan debit Sungai Bogowonto pada puncak musim hujan.
- Disarankan dilakukan monitoring intensif, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.