BPBD GELAR RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI MUSIM KEKERINGAN TAHUN 2026 DI KABUPATEN PURWOREJO

By ADMIN 09 Apr 2026, 07:17:43 WIB Kedaruratan dan Logistik
BPBD GELAR RAPAT KOORDINASI KESIAPSIAGAAN DALAM MENGHADAPI MUSIM KEKERINGAN TAHUN 2026 DI KABUPATEN PURWOREJO

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026


09 April 2026 - Mengantisipasi prediksi BMKG terkait musim kemarau yang berpotensi berlangsung lebih lama pada tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 08 April 2026 pukul 09.00 WIB bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo. Acara dibuka oleh Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Iskhak, S.Pd., M.M.Pd., yang hadir mewakili Kepala Pelaksana BPBD yang sedang menjalankan tugas kedinasan di luar kota. Rakor ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi vertikal, dinas terkait, perwakilan kecamatan se-Kabupaten Purworejo, serta organisasi kemanusiaan seperti PMI dan BAZNAS. Dalam paparan materinya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Purworejo, Bapak Suparyono, S.Sos., menyampaikan bahwa pada tahun 2025 lalu, penyaluran bantuan air bersih terfokus di dua wilayah, yakni Kecamatan Purworejo dan Kecamatan Bagelen. Namun, berkaca pada prediksi cuaca tahun ini, langkah-langkah konkret dan koordinasi yang lebih masif sangat diperlukan.

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah komitmen penting dari berbagai instansi untuk memastikan penanganan kekeringan dan dampaknya berjalan efektif, antara lain :

  • Keamanan dan Personel: Polres Purworejo melalui Kasat Reskrim menyatakan kesiapan unit Samapta untuk berkolaborasi 24 jam. Senada dengan hal tersebut, Kodim 0708 Purworejo telah menyiagakan personel dan membuka Posko Siaga 24 jam.

  • Perlindungan Hutan dan Sumber Air: Perhutani telah menyiapkan pos kesiapsiagaan di wilayah Kesawen, Kemiri Lor, Loano, dan Donorejo, serta berkomitmen menjaga sumber mata air di Desa Kemranggen dan Wonosido. Sementara itu, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jateng telah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di Bener, Loano, dan Bagelen untuk mengantisipasi Karhutla.

  • Regulasi Sumber Daya Air: Dinas KPP mengingatkan bahwa penggunaan air tanah skala besar (di atas 100 m³ per bulan) wajib memiliki izin resmi dari Kementerian ESDM, guna menjaga keberlanjutan cadangan air tanah.

  • Dukungan Logistik dan Bantuan: PMI Kabupaten Purworejo telah mengalokasikan 100 tangki air bersih dengan sistem mobilisasi satu pintu melalui arahan BPBD guna menghindari tumpang tindih distribusi. BAZNAS Purworejo juga menyatakan kesiapannya mendukung penuh penanganan bencana.

Pihak Kecamatan Bagelen melaporkan sejumlah desa yang menjadi langganan kekeringan setiap tahunnya, di antaranya Desa Dadirejo, Somorejo, Hargorojo, Sokoagung, Clapar, dan Durensari. Wilayah-wilayah ini akan menjadi prioritas dalam skema mitigasi dan distribusi bantuan air bersih mendatang. Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh elemen di Kabupaten Purworejo memiliki kesiapan yang matang dalam melindungi masyarakat dari dampak kekeringan, baik untuk kebutuhan domestik maupun sektor pertanian dan kehutanan.