KEGIATAN MONITORING, PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN PENYEMBELIHAN, PENGOLAHAN HEWAN KURBAN DI KECAMATAN LOANO

By ADMIN 20 Jun 2024, 14:10:55 WIB Kedaruratan dan Logistik
KEGIATAN MONITORING, PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN PENYEMBELIHAN, PENGOLAHAN HEWAN KURBAN DI KECAMATAN LOANO

Keterangan Gambar : Hasil monitoring, pemeriksaan dan pengawasan penyembelihan dan pengolahan hewan kurban di Kecamatan Loano


Hasil rapat koordinasi Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Purworejo pada hari Senin 10 Juni 2024 di Aula Badan Penanggulangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo bahwa BPBD Purworejo bersama dengan Satgas Penanganan PMK melaksanakan kegiatan monitoring, pemeriksaan dan pengawasan penyembelihan dan pengolahan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah tahun 2024 yang jatuh pada hari Senin, 17 Juni 2024. Hasil monitoring, pemeriksaan dan pengawasan di Kecamatan Loano adalah sebagai berikut :

1. Desa Loano ( Masjid Aisyiyah )

- Total ada 2 hewan korban Sapi, pembelian hewan dari Boyolali, kondisi kedua sapi dari segi  fisik hewan sehat, mulut, lidah, kuku, hati, jantung serta tekstur daging baik. 1 sapi pada pemeriksaan fisik hati terdapat cacing hati namun dalam jumlah sedikit sehingga dokter menyarankan untuk direbus dengan air mendidih sebelum dibagikan agar bisa dikonsumsi.

2. Desa Trirejo
a. Mushola Darus Solihin ( Pasar Sejiwan Lor )

- Total ada 4 hewan korban, yaitu Sapi 1 ekor, pembelian dari Desa Karangrejo dan 3 ekor kambing. Pemeriksaan fisik hewan sehat, mulut, lidah dan kuku serta tekstur daging baik. 1 sapi pada pemeriksaan fisik hati terdapat cacing hati namun dalam jumlah sedikit, disarankan untuk direbus dengan air mendidih sebelum dibagikan agar bisa dikonsumsi.

b. Dusun Watubelah ( depan masjid dalam proses pembangunan )

- Total ada Sapi 1 ekor, pembelian dari Boyolali. Pemeriksaan fisik hewan sehat, mulut, lidah dan kuku serta tekstur daging baik, namun pada pemeriksaan fisik hati  terdapat cacing hati  yang sudah 75% menjalar sehingga disarankan untuk dikubur agar tidak dikonsumsi.

- Di lokasi penyembelihan yang agak jauh dari pemukiman salah satu desa Trirejo, namun masih di dusun Watubelah sudah ada lobang / jogangan berukuran sekitar 1 meter persegi untuk mengubur jeroan dan kotoranya, untuk lokasi lain masih menggunakan sistem klasik.

- Dihimbau untuk pembagian daging dan jeroan dibungkus terpisah.

Tim Pemeriksa/Monev :
1. Drh.Fadil (DKPP)
2. Bpk.Trisno Heri (PPL Kec. Loano)
3. Bpk.Basuki (PPL Kec.Loano)
4. Pambayun (BPBD Kab. Purworejo)