BPBD GELAR APEL SIAGA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) TAHUN 2026

By ADMIN 23 Jul 2026, 12:51:06 WIB Pemerintahan
BPBD GELAR APEL SIAGA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN (KARHUTLA) TAHUN 2026

Keterangan Gambar : Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026


23 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jalan Proklamasi, pada hari Kamis 23 Juli 2026. Apel ini diikuti oleh personel dari BPBD, Polres, Kodim, Satpol PP Damkar, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, MPA (Masyarakat Peduli Api) Jogo Alas. Pemimpin Apel pada kegiatan ini adalah Bapak Suranto, S.Sos., M.PA. selaku Sekda Purworejo. Beliau juga memeriksa kesiapan personel serta sarpras penanggulangan Karhutla. Kegiatan ini dilaksanakan guna memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi ancaman Karhutla selama masa musim kemarau pada tahun ini yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering dibanding kondisi normal akibat pengaruh fenomena iklim, termasuk potensi El Nino. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan sejak dini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Wasit Diono, S.Sos., mengungkapkan bahwa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini di Kabupaten Purworejo diprediksi berlangsung selama 4,5 hingga 6 bulan kedepan yang telah dimulai secara bertahap sejak akhir bulan April kemarin. Apel siaga ini terselenggara berkat dukungan juga dari PT Tunas Inti Abadi – PT Borneo Indobara melalui pelaksana PT Hutan Rindang Banua, yang menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Revegetasi Perbukitan Menoreh.

Tujuan utama dari apel Karhutla ini meliputi :

  • Meningkatkan koordinasi antarinstansi dan memperkuat sinergi pencegahan.

  • Memastikan kesiapan penuh para personel beserta perlengkapannya.

  • Membangun komitmen bersama dalam penanggulangan bencana karhutla.

  • Edukasi masyarakat terkait bahaya dan risiko kebakaran hutan serta lahan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten I dan II Setda Purworejo, Kepala OPD, Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VIII Jateng, Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan, Forkopimcam dari wilayah rawan Karhutla, Direktur PDAM Tirta Perwitasari, Ketua PMI, Ketua Baznas, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Jogo Alas dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan beberapa penyerahan simbolis, di antaranya:

  1. Banner Imbauan Karhutla: Diserahkan kepada 8 kecamatan yang berada di zona potensi rawan kebakaran.

  2. Surat Keputusan (SK): Diberikan secara resmi kepada MPA Jogo Alas.

  3. Peralatan Penanganan Karhutla: Bantuan simbolis dari PT Borneo Indobara kepada MPA Jogo Alas berupa HT dan Water Pump. 

Fokus utama kegiatan ini adalah kesiapsiagaan personel, sarpras penanggulangan Karhutla serta edukasi kepada masyarakat. Target capaian yang diharapkan antara lain penanganan cepat dan tepat sasaran sebelum titik api meluas, prasarana yang digunakan untuk pemadaman Karhutla selalu siap digunakan serta yang paling penting dapat menekan pemicu kebakaran lahan dan hutan akibat dari kelalaian manusia. Selain itu, melalui agenda ini BPBD Kabupaten Purworejo berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dan meminimalkan dampak kerugian akibat Karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk turut aktif menjaga lingkungan sekitar. BPBD juga menghimbau agar :

  • Tidak membuka lahan atau sampah dengan cara membakar.

  • Tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering.

  • Segera melaporkan kepada petugas atau pihak berwajib jika menemukan titik api sekecil apa pun agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.