▴ ▴ - BPBD PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI DUSUN TIRIP, DESA RENDENG, KECAMATAN GEBANG
- TRC BPBD LAKSANAKAN PENANGANAN KEBAKARAN LAHAN DI KELURAHAN PANGENREJO
- TRC BPBD TANGANI KEBAKARAN LAHAN DI DESA BRENGGONG, KECAMATAN PURWOREJO
- BPBD HADIRI KARYA BAKTI DAN RESIK-RESIK GOA SEPLAWAN DALAM RANGKA HUT KE - 81 TNI DAN HUT KE - 76 KODAM IV/DIPONEGORO
- BPBD, DAMKAR, POLRES DAN RELAWAN LAKUKAN PENANGANAN KEBAKARAN LAHAN DI JALAN TENTARA PELAJAR
- BPBD LAKSANAKAN ASSESMENT PENANGANAN TINDAK LANJUT DAMPAK KEKERINGAN DI DESA DONOREJO, KECAMATAN KALIGESING
- BPBD TEMUKAN TITIK SUMBER AIR UNTUK PENANGANAN KEKERINGAN DAN RENCANA PEMBUATAN SUMUR BOR DI DESA BANYUASIN SEPARE
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI APINDO KE DESA TLOGOKOTES DAN KALITANJUNG, 17 SEPTEMBER 2026
- KEPALA PELAKSANA BPBD MELAKSANAKAN ASSESMENT BERSAMA TRC PERIHAL PERMOHONAN BANTUAN AIR BERSIH DI SD NEGERI KAMBANGAN, KECAMATAN BRUNO
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI PMI KE DESA HARDIMULYO DAN KLANDARAN, 17 SEPTEMBER 2026
RAPAT KOORDINASI (RAKOR) PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN ZOONOSIS DI BPBD

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis Bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo
08 Juli 2026 – Guna mengantisipasi ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis pada Selasa (07/07/2026). Bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo, rakor lintas sektor ini menekankan pentingnya kolaborasi hulu-hilir demi melindungi kesehatan masyarakat. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Wasit Diono, S.Sos. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa penyakit Zoonosis merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Upaya pencegahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi kuat dari seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat melalui edukasi yang masif, deteksi dini, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Bapak Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., menyoroti pentingnya menjaga hulu produksi. Beliau menekankan bahwa pengembangan sektor peternakan yang sehat wajib didukung oleh peningkatan kesehatan ternak, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pengawasan ketat terhadap penyakit hewan agar tidak bermutasi atau menular ke manusia.
Materi utama rakor disampaikan oleh drh. Widartik, M.M. dengan mengangkat tema "Edukasi Zoonosis Pangan Hewan: Ancaman Kesehatan Masyarakat yang Ditularkan Melalui Pangan Hewani".
Dalam paparannya, drh. Widartik menjelaskan sejumlah poin krusial terkait ancaman komoditas pangan asal hewan:
-
Jalur Penularan: Zoonosis rentan menular ke manusia melalui pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan baik, seperti konsumsi makanan yang kurang matang, adanya kontaminasi silang, serta buruknya sanitasi lingkungan.
-
Ancaman Global (WHO): Berdasarkan data WHO, sebagian besar penyakit infeksi baru pada manusia bersumber dari hewan, menjadikannya ancaman kesehatan global yang nyata.
-
Identifikasi Patogen: Dipaparkan secara rinci berbagai jenis bakteri, virus, hingga parasit yang dapat menginfeksi manusia akibat pengolahan daging yang tidak higienis.
-
Konsep ASUH: Pencegahan wajib dilakukan dari hulu hingga hilir dengan menerapkan standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada bahan pangan asal hewan.
-
Panduan Edukasi Warga: Masyarakat diimbau untuk cerdas dalam memilih bahan pangan yang segar, membeli di tempat yang terpercaya, serta menyimpannya dengan benar di suhu yang tepat agar kandungan gizi terjaga dan tidak cepat rusak. Keamanan pangan yang kita konsumsi hari ini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan di masa depan.
Rapat berlangsung dinamis saat memasuki sesi tanya jawab yang melibatkan jajaran kecamatan:
-
Kecamatan Purworejo: Mempertanyakan mengenai dinamika perkembangan, mutasi penyakit zoonosis di tengah kondisi perubahan iklim saat ini, serta langkah-langkah antisipasi konkret yang harus disiapkan.
-
Kecamatan Kemiri: Membagikan keberhasilan inovasi "Subali Sapira" sebagai sistem deteksi dini gangguan reproduksi pada ternak, sekaligus berkonsultasi mengenai strategi penanggulangan wabah zoonosis yang efektif untuk diterapkan langsung di tingkat desa.
Menutup agenda rakor, terdapat empat poin utama yang disepakati bersama untuk segera diimplementasikan di Kabupaten Purworejo:
-
Peningkatan Edukasi: Menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya zoonosis dan pentingnya keamanan pangan asal hewan.
-
Penguatan Koordinasi: Mempererat komunikasi antar-instansi dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat pengendalian penyakit.
-
Standardisasi ASUH: Mendorong penerapan konsep ASUH secara ketat pada seluruh rantai distribusi pangan asal hewan.
-
Optimalisasi Peran Wilayah: Memaksimalkan fungsi Pemerintah Desa, Kecamatan, dan instansi terkait sebagai garda terdepan dalam pelaporan dini (early warning) serta penanganan cepat jika ditemukan dugaan kasus zoonosis di lapangan.


