▴ ▴ - ASSESMEN BAK PENAMPUNGAN AIR BERSIH DI DESA BAPANGSARI, KECAMATAN BAGELEN
- RAPAT KOORDINASI (RAKOR) PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN ZOONOSIS DI BPBD
- PENYERAHAN PINJAM PAKAI PERAHU BPBD KEPADA DESA TRIMULYO DAN BENDUNGAN, KECAMATAN GRABAG
- BPBD LAKSANAKAN MONITORING FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 2026 HARI KEDUA
- BPBD LAKSANAKAN MONITORING FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 2026 HARI PERTAMA
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH KE DUSUN TEPUS, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN 02 JULI 2026
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH KE DUSUN SEJAGIR, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN 02 JULI 2026
- PASCA PELEPASAN DROPING PERDANA, KALAKSA BPBD TINJAU LANGSUNG DROPING AIR BERSIH DI DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN
- Plh. SEKDA PURWOREJO LEPAS DROPING PERDANA BANTUAN AIR BERSIH BPBD DI PENDOPO KABUPATEN, ANTISIPASI DAMPAK KEMARAU PANJANG
- BPBD HADIRI RAKOR PERSIAPAN FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 2026
RAPAT KOORDINASI (RAKOR) PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN ZOONOSIS DI BPBD
Berita Terkait
- PENYERAHAN PINJAM PAKAI PERAHU BPBD KEPADA DESA TRIMULYO DAN BENDUNGAN, KECAMATAN GRABAG0
- BPBD LAKSANAKAN MONITORING FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 2026 HARI KEDUA0
- BPBD LAKSANAKAN MONITORING FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 2026 HARI PERTAMA0
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH KE DUSUN TEPUS, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN 02 JULI 20260
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH KE DUSUN SEJAGIR, DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN 02 JULI 20260
- PASCA PELEPASAN DROPING PERDANA, KALAKSA BPBD TINJAU LANGSUNG DROPING AIR BERSIH DI DESA SOMOREJO, KECAMATAN BAGELEN0
- Plh. SEKDA PURWOREJO LEPAS DROPING PERDANA BANTUAN AIR BERSIH BPBD DI PENDOPO KABUPATEN, ANTISIPASI DAMPAK KEMARAU PANJANG0
- BPBD HADIRI RAKOR PERSIAPAN FESTIVAL LAYANG-LAYANG TINGKAT NASIONAL TAHUN 20260
- BPBD BERSAMA POLRES DAN CKD WILAYAH VIII TINJAU LOKASI APEL KESIAPSIAGAAN KARHUTLA0
- PETAKAN DAMPAK KEKERINGAN, BPBD LAKUKAN ASSESMENT DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA DOMOREJO KECAMATAN BAGELEN0
Berita Populer
- MITIGASI
- RESCUE ULAR WELING OLEH BPBD DI KANTOR SATPOL PP DAMKAR
- Apa itu Relawan Kebencanaan?
- HASIL RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH
- PETA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI
- APA ARTI BENCANA ?
- Apa Itu Potensi Bencana ?
- MAKNA SERAGAM ORANGE
- JADWAL VAKSINASI RUTIN DI RUMAH SAKIT KAB. PURWOREJO
- MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 AKAN DIPERKIRAKAN LEBIH KERING DARI SEBELUMNYA

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis Bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo
08 Juli 2026 – Guna mengantisipasi ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis pada Selasa (07/07/2026). Bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo, rakor lintas sektor ini menekankan pentingnya kolaborasi hulu-hilir demi melindungi kesehatan masyarakat. Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Wasit Diono, S.Sos. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa penyakit Zoonosis merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat yang memerlukan kewaspadaan tinggi. Upaya pencegahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi kuat dari seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat melalui edukasi yang masif, deteksi dini, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo, Bapak Bagas Adi Karyanto, S.Sos., M.M., menyoroti pentingnya menjaga hulu produksi. Beliau menekankan bahwa pengembangan sektor peternakan yang sehat wajib didukung oleh peningkatan kesehatan ternak, penerapan biosekuriti yang ketat, serta pengawasan ketat terhadap penyakit hewan agar tidak bermutasi atau menular ke manusia.
Materi utama rakor disampaikan oleh drh. Widartik, M.M. dengan mengangkat tema "Edukasi Zoonosis Pangan Hewan: Ancaman Kesehatan Masyarakat yang Ditularkan Melalui Pangan Hewani".
Dalam paparannya, drh. Widartik menjelaskan sejumlah poin krusial terkait ancaman komoditas pangan asal hewan:
-
Jalur Penularan: Zoonosis rentan menular ke manusia melalui pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan baik, seperti konsumsi makanan yang kurang matang, adanya kontaminasi silang, serta buruknya sanitasi lingkungan.
-
Ancaman Global (WHO): Berdasarkan data WHO, sebagian besar penyakit infeksi baru pada manusia bersumber dari hewan, menjadikannya ancaman kesehatan global yang nyata.
-
Identifikasi Patogen: Dipaparkan secara rinci berbagai jenis bakteri, virus, hingga parasit yang dapat menginfeksi manusia akibat pengolahan daging yang tidak higienis.
-
Konsep ASUH: Pencegahan wajib dilakukan dari hulu hingga hilir dengan menerapkan standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) pada bahan pangan asal hewan.
-
Panduan Edukasi Warga: Masyarakat diimbau untuk cerdas dalam memilih bahan pangan yang segar, membeli di tempat yang terpercaya, serta menyimpannya dengan benar di suhu yang tepat agar kandungan gizi terjaga dan tidak cepat rusak. Keamanan pangan yang kita konsumsi hari ini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan di masa depan.
Rapat berlangsung dinamis saat memasuki sesi tanya jawab yang melibatkan jajaran kecamatan:
-
Kecamatan Purworejo: Mempertanyakan mengenai dinamika perkembangan, mutasi penyakit zoonosis di tengah kondisi perubahan iklim saat ini, serta langkah-langkah antisipasi konkret yang harus disiapkan.
-
Kecamatan Kemiri: Membagikan keberhasilan inovasi "Subali Sapira" sebagai sistem deteksi dini gangguan reproduksi pada ternak, sekaligus berkonsultasi mengenai strategi penanggulangan wabah zoonosis yang efektif untuk diterapkan langsung di tingkat desa.
Menutup agenda rakor, terdapat empat poin utama yang disepakati bersama untuk segera diimplementasikan di Kabupaten Purworejo:
-
Peningkatan Edukasi: Menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya zoonosis dan pentingnya keamanan pangan asal hewan.
-
Penguatan Koordinasi: Mempererat komunikasi antar-instansi dalam hal pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat pengendalian penyakit.
-
Standardisasi ASUH: Mendorong penerapan konsep ASUH secara ketat pada seluruh rantai distribusi pangan asal hewan.
-
Optimalisasi Peran Wilayah: Memaksimalkan fungsi Pemerintah Desa, Kecamatan, dan instansi terkait sebagai garda terdepan dalam pelaporan dini (early warning) serta penanganan cepat jika ditemukan dugaan kasus zoonosis di lapangan.






