▴ ▴ - POHON KELAPA TUMBANG TIMPA RUMAH WARGA DI DESA ROWOREJO, KECAMATAN GRABAG
- BPBD HADIRI RAKOR PERSIAPAN PENILAIAN ELIMINASI MALARIA KABUPATEN PURWOREJO
- BPBD HADIRI RAPAT FORUM PENATAAN RUANG, BAHAS RENCANA PEMBANGUNAN MASJID DI WILAYAH RAWAN BANJIR
- BPBD GELAR ACARA TEMU RELAWAN DAN FORUM PENGURANGAN RESIKO BENCANA (FPRB)
- POHON MANGGA TUMBANG DAN TIMPA PAGAR RUMAH WARGA DI KUTOARJO
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA NGENTAK, KECAMATAN NGOMBOL 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KEBURUHAN, KECAMATAN NGOMBOL 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KETAWANGREJO, KECAMATAN GRABAG 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KERTOJAYAN BAGIAN TITIK BARAT, KECAMATAN GRABAG 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA GEDANGAN, KECAMATAN PURWODADI 26 MARET 2026
WABUP HADIRI PENUTUPAN MPLS DAN DONOR DARAH DI SMK II
Berita Terkait
- WAKIL BUPATI BUKA RAPIMDA PEMUDA KATOLIK KOMDA JATENG0
- WABUP HADIRI REMBUG BOCAH PURWOREJO SAAT HARI ANAK NASIONAL0
- WABUP BUKA PAMERAN KELILING MUSEUM JATENG “RANGGAWARSITA” 0
- DOA BERSAMA DAN PAWAI OBOR SAMBUT TAHUN BARU HIJRIAH0
- PEMANFAATAN GREEN BELT BENDUNGAN BENER DISOSIALISASIKAN0
- WAKIL BUPATI LAUNCHING OPEN RESIK0
- WAKIL BUPATI HADIRI LAUNCHING IKATAN ALUMNI SMA N 2 PURWOREJO0
- WAKIL BUPATI HADIRI KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR0
- WAKIL BUPATI HADIRI HUT TAMANSISWA KE-1010
- TMMD SENGKUYUNG II DI DESA PUSPO, KECAMATAN BRUNO0
Berita Populer
- MITIGASI
- RESCUE ULAR WELING OLEH BPBD DI KANTOR SATPOL PP DAMKAR
- Apa itu Relawan Kebencanaan?
- HASIL RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH
- PETA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI
- APA ARTI BENCANA ?
- Apa Itu Potensi Bencana ?
- JADWAL VAKSINASI RUTIN DI RUMAH SAKIT KAB. PURWOREJO
- MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 AKAN DIPERKIRAKAN LEBIH KERING DARI SEBELUMNYA
- MAKNA SERAGAM ORANGE

Keterangan Gambar : Wakil Bupati menghadiri acara MPLS dan Donor Darah di SMK II
Donor darah merupakan aktivitas yang sangat mulia dan tak ternilai harganya, sehingga para pendonor darah pantas untuk disebut sebagai pahlawan kemanusiaan. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH saat hadir dalam acara Penutupan MPLS dan Donor Darah di SMK II (Institut Indonesia) Kutoarjo, Sabtu (22/07/2023). Tampak hadir Dandim 0708/Purworejo Letkol Infanteri Yohanes Heru Wibowo, Ketua Yayasan Institut Indonesia Uripto, Kepala Sekolah SMK II Kutoarjo Shinta Kusumastuti ST MPd, jajaran guru dan segenap siswa SMK II Kutoarjo.
Pada kesempatan itu, Wabup mengucapkan terimakasih dan menyampaikan penghargaannya atas diisinya MPLS dengan kegiatan sosial kemanusiaan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo sekaligus Ketua PMI, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada SMK Institut Indonesia, yang telah mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan mengadakan kegiatan sosial kemanusiaan ini." ucapnya.
Menurutnya, kesadaran akan donor darah perlu terus digelorakan kembali di Kabupaten Purworejo. Masyarakat luas harus terus diedukasi tentang pentingnya semangat kesetiakawanan sosial.
Dikatakan lebih lanjut, donor darah mempunyai banyak manfaat baik dari segi kesehatan maupun psikologis. Donor darah secara rutin dapat menstimulasi ritme tubuh untuk pembentukan sel darah merah yang baru, serta dapat mendeteksi suatu penyakit melalui proses yang dilakukan pada saat mendonorkan darah.
"Bila kita rutin dan aktif mendonorkan darah, maka dengan begitu kita secara bersama-sama telah membangun kesehatan masyarakat dan membangun Purworejo, serta membangun Indonesia," tandasnya
Wabup berharap, nilai-nilai kemanusiaan akan terus ditunjukkan oleh pendonor dan SMK Institut Indonesia guna menjadi bagian dari masyarakat yang penuh kepedulian di Kabupaten Purworejo.
"Saya berharap, nilai-nilai kemanusiaan yang telah ditunjukkan oleh SMK Institut Indonesia dan para pendonor darah nantinya, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadian masyarakat di Kabupaten Purworejo, sehingga kita semua senantiasa menjadi pribadi yang penuh kepedulian terhadap sesama," pungkasnya
Sementara itu Ihsan salah satu siswa SMK Institut Indonesia Kutoarjo mengaku dirinya takut untuk ikut karena baru pertama kali menjadi pendonor darah.
"Awalnya takut karena darahnya diambil, dan baru pertama kali. Tetapi penasaran, diajak teman dan terdorong untuk ikut donor darah maka rasa takut itu dilawan, Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa," ungkapnya.
Sumber: Prokopim








