BPBD MELAKSANAKAN PENYALURAN SUPLAI AIR UNTUK PENANGANAN KEBAKARAN PABRIK PT. UNGGULREJO WASONO

By ADMIN 09 Agu 2026, 16:53:37 WIB Kedaruratan dan Logistik
BPBD MELAKSANAKAN PENYALURAN SUPLAI AIR UNTUK PENANGANAN KEBAKARAN PABRIK PT. UNGGULREJO WASONO

Keterangan Gambar : Suplai air BPBD untuk penanganan kebakaran pabrik PT. Unggulrejo Wasono


09 Agustus 2026 - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo dikerahkan untuk membantu suplai air dalam penanganan kebakaran yang melanda area produksi PT Unggulrejo Wasono pada Jumat (7/8/2026) sore. Insiden kebakaran di pabrik tekstil yang berlokasi di Jalan Raya Purworejo-Kutoarjo Km 4, RW 1, Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.10 WIB. Berdasarkan keterangan di lokasi kejadian, kebakaran diduga berawal dari area mesin kanjian yang sedang beroperasi dalam proses produksi benang. Muncul percikan api dari bagian mesin yang langsung menyambar material di sekitarnya, lalu merambat cepat ke bagian shuttle di atas mesin. Penumpukan serat kapas yang mudah terbakar serta hembusan angin di dalam area produksi membuat kobaran api meluas dengan cepat. Para pekerja sempat berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan peralatan darurat lainnya. Namun, banyaknya material volatil membuat api membesar dengan cepat hingga tidak mampu terkendali secara mandiri, sehingga pihak pabrik segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait. Dalam proses pemadaman, TRC BPBD Kabupaten Purworejo berkoordinasi intensif dengan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Purworejo guna menyuplai kebutuhan air secara berkelanjutan. Meski titik api terbilang sempit, intensitas kobaran api yang cukup besar membutuhkan penanganan lintas armada. Operasi pemadaman gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Damkar Kabupaten Purworejo, Damkar Kabupaten Kebumen, Damkar Kabupaten Magelang, BPBD Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup (DINLH), serta aparat Kepolisian. Penanganan darurat berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 15.10 WIB hingga akhirnya status dinyatakan kondusif dan tertangani pada pukul 18.25 WIB.

Peristiwa ini mengakibatkan 3 orang pekerja menjadi korban luka-luka, dengan rincian:

  • M. Wijayanto: Mengalami patah tulang pada lengan kiri.

  • 1 Korban: Mengalami sesak napas dan menjalani rawat inap di RSUD Dr. Tjitrowardojo.

  • 1 Korban: Mengalami luka lecet ringan.

Total kerugian material akibat kerusakan mesin dan bahan produksi ditaksir mencapai kurang lebih Rp200 juta. Polisi dan instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan serta pengamanan di area lokasi kejadian.