BPBD PURWOREJO DAMPINGI BNPB TENTUKAN TITIK SUMUR BOR DI 5 DESA

By ADMIN 17 Sep 2026, 20:19:42 WIB Pemerintahan
BPBD PURWOREJO DAMPINGI BNPB TENTUKAN TITIK SUMUR BOR DI 5 DESA

Keterangan Gambar : BNPB bersama BPBD Kabupaten Purworejo dan lintas sektoral menentukan titik lokasi bantuan sumur bor untuk 5 desa.


17 September 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo mendampingi tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan kegiatan penentuan titik lokasi pembuatan sumur bor pada Kamis (17/9/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyediaan sumber air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Purworejo. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil analisis geolistrik untuk mengukur kedalaman serta ketersediaan sumber air tanah di lima lokasi sasaran.

Berikut adalah rincian hasil pengecekan lapangan di masing-masing desa:

  • Desa Kedunggubah (Kecamatan Kaligesing) Titik lokasi pembuatan sumur bor ditetapkan di Dusun Kliwonan RT 02/RW 04. Berdasarkan analisis geolistrik, kedalaman sumber air berada di kedalaman 100 meter. Potensi penerima manfaat di wilayah ini mencakup 100 KK atau sekitar 300 jiwa.

  • Desa Tlogorejo (Kecamatan Kaligesing) Lokasi ditentukan di Dusun Kradenan RT 01/RW 01 dengan hasil analisis geolistrik menunjukkan kedalaman sumber air di angka 90 meter. Manfaat dari sumur bor ini diproyeksikan untuk 82 KK atau 250 jiwa.

  • Desa Donorati (Kecamatan Purworejo) Penentuan titik berada di Dusun Panggulan RT 03/RW 02. Hasil uji geolistrik mencatat kedalaman sumber air mencapai 90 meter, dengan sasaran penerima manfaat sebanyak 90 KK.

  • Desa Banyuasin Kembaran (Kecamatan Loano) Titik sumur bor ditempatkan di Dusun Sibelik RT 01/RW 01 dengan kedalaman sumber air hasil geolistrik di angka 90 meter. Fasilitas ini nantinya akan dimanfaatkan oleh 82 KK atau 250 jiwa.

  • Desa Banyuasin Separe (Kecamatan Loano) Berdasarkan hasil pengecekan geolistrik di lokasi, sumber air dalam tidak ditemukan.

Kegiatan pendampingan dan penentuan titik lokasi ini melibatkan tim gabungan lintas instansi, antara lain Bapak Puji Widodo dan Bapak Yogi (BNPB), Bapak Kasman dari Zipur Kodam IV/Diponegoro selaku teknisi geolistrik, Bapak Bambang Sadono (PUPR Kabupaten Purworejo), serta Bapak Bagyo Prihantoro, S.Kep., Ners., MPH., Bapak Aris Wijaya dan Bapak Tunggal AP dari BPBD Kabupaten Purworejo.