BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI PMI KE DESA TLOGOKOTES DAN BAPANGSARI, 11 SEPTEMBER 2026

By ADMIN 12 Sep 2026, 07:27:22 WIB Kedaruratan dan Logistik
BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI PMI KE DESA TLOGOKOTES DAN BAPANGSARI, 11 SEPTEMBER 2026

Keterangan Gambar : Droping air bersih ke Desa Tlogokotes dan Bapangsari bantuan dari PMI Kabupaten Purworejo, pada Jumat, 12 September 2026.


12 September 2026 - Sinergi antara BPBD dan PMI Kabupaten Purworejo berlanjut dengan melaksanakan droping air bersih pada Jumat, 11 September 2026. Droping air bersih kali ini merupakan bantuan dari PMI Kabupaten Purworejo dengan total sebanyak 60 tangki atau 300.000 liter bagi desa-desa terdampak kekeringan di wilayah Purworejo. Kali ini desa yang mendapatkan bantuan langsung dari PMI adalah desa Tlogokotes dan Bapangsari sebanyak 4 tangki (20.000) liter. Droping di desa Tlogokotes difokuskan ke dusun Tlogo RT. 01 dan 02 / RW.03 untuk kebutuhan 32 KK / 98 jiwa, titik tampung berupa 2 bak permanen dengan kapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter. Sedangkan, droping di Desa Bapangsari dilaksanakan di dusun Kalimaro RT.01 dan 02 / RW.08. Titik penampungan juga sama seperti desa Tlogokotes yaitu berupa 2 bak permanen dengan kapasitas sekitar 5.000 liter untuk kebutuhan 17 KK / 56 jiwa. BPBD mengirimkan masing - masing 2 tangki atau 10.000 liter untuk setiap desa tersebut. Pelaksanaan droping dibantu oleh perangkat desa (Kadus) setempat dan armada yang digunakan truk tangki BPBD dengan Nopol AA 8157 XC dan AA 8089 XC. Driver yang bertugas Eko D dan A. Zainuddin bersama dengan Korps Sukarela (KSR) PMI. Tidak ada kendala dan kegiatan droping berlangsung aman serta kondusif. BPBD Kabupaten Purworejo masih tetap mengimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Purworejo, apabila ada desa yang sudah mulai mengalami krisis atau mulai membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan, agar dapat segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada BPBD untuk dapat segera dilakukan assessment dan tindak lanjut pendistribusian secepatnya karena musim kemarau telah mencapai puncaknya sehingga debit air juga semakin menurun.