BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI APINDO KE DESA TLOGOKOTES DAN KALITANJUNG, 17 SEPTEMBER 2026

By ADMIN 17 Sep 2026, 21:41:19 WIB Kedaruratan dan Logistik
BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI APINDO KE DESA TLOGOKOTES DAN KALITANJUNG, 17 SEPTEMBER 2026

Keterangan Gambar : Droping air bersih ke Desa Kalitanjung dan Tlogokotes bantuan dari APINDO pada Kamis, 17 September 2026.


17 September 2026 - Sinergi antara BPBD dengan pihak CSR (Corporate Social Responsibility) pada tahun ini untuk penanganan bencana Kekeringan di Kabupaten Purworejo berjalan dengan baik. Kamis, 17 September pihak CSR yaitu dari APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) memberikan bantuan sebanyak 15 tangki air bersih atau tepatnya 75.000 liter. Hari ini desa yang langsung mendapatkan bantuan air bersih dari APINDO yaitu Desa Kalitanjung, Kecamatan Ngombol dan Desa Tlogokotes, Kecamatan Bagelen sebanyak 10.000 liter atau 5.000 liter masing-masing untuk setiap desa. Droping di desa Tlogokotes difokuskan ke dusun Kotesan RT. 03 / RW.02 untuk kebutuhan 10 KK / 45 jiwa, titik tampung berupa 1 bak permanen dengan kapasitas sekitar 5.000 liter. Sedangkan, droping di Desa Kalitanjung dilaksanakan di RT.02 dan 02 / RW.01 untuk kebutuhan 60 KK / 180 jiwa. Titik penampungan berupa 3 bak terpal dengan kapasitas 2.000 liter dan 1.000 liter. Pelaksanaan droping dibantu oleh perangkat desa (Kadus) setempat dan beberapa anggota APINDO juga langsung turun ke titik lokasi. Armada yang digunakan truk tangki BPBD dengan Nopol AA 8110 XC, driver yang bertugas M. Zainuddin dibantu asisten driver Dwi K. Tidak ada kendala dan kegiatan droping berlangsung aman serta kondusif. BPBD Kabupaten Purworejo masih tetap mengimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Purworejo, apabila ada desa yang sudah mulai mengalami krisis atau mulai membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan, agar dapat segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada BPBD untuk dapat segera dilakukan assessment dan tindak lanjut pendistribusian secepatnya karena musim kemarau telah mencapai puncaknya sehingga debit air juga semakin menurun.