BPBD HADIRI RAKOR TINDAK LANJUT PROGRES HASIL ASISTENSI RDTR KAWASAN OTORITA BOROBUDUR

By ADMIN 28 Jun 2026, 17:57:56 WIB Pemerintahan
BPBD HADIRI RAKOR TINDAK LANJUT PROGRES HASIL ASISTENSI RDTR KAWASAN OTORITA BOROBUDUR

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Progres Hasil Asistensi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Badan Otorita Borobudur (BOB)


28 Juni 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Bapak Ariyanto, S.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Progres Hasil Asistensi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Badan Otorita Borobudur (BOB). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo dan bertempat di Ruang Aula DPUPR.

Rapat strategis ini dihadiri oleh Tim Kelompok Kerja Forum Penataan Ruang Kabupaten Purworejo yang terdiri dari lintas sektor, di antaranya:

  • Perwakilan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Purworejo

  • Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR

  • Kepala Bidang Pengembangan Perumahan Rakyat (DINPERKIMTAN)

  • Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP)

  • Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluh Pertanian (DKPP)

  • Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Purworejo

  • Ketua Tim Kerja Perencanaan Ruang DPUPR

  • Ketua Tim Kerja Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang DPUPR

  • Ketua Tim Kerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

  • Tim Teknis Bidang Tata Ruang DPUPR beserta OPD Sektoral terkait.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR Kabupaten Purworejo, pertemuan ini fokus membahas beberapa poin krusial, antara lain outline paparan perihal Delineasi (penetapan batas/garis) pola ruang tanaman pangan, perkebunan rakyat, revisi Matriks ITBX, serta Delineasi pola ruang pada titik Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA). Mengingat wilayah RDTR Otorita Borobudur merupakan daerah yang memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana tanah longsor, keterlibatan BPBD menjadi sangat vital. Dalam penyusunan tata ruang ini, BPBD menekankan pentingnya memploting titik TES dan TEA secara tepat dan cermat. Hal ini dikarenakan beberapa titik lokasi evakuasi tersebut bersinggungan langsung dengan objek vital.

BPBD menyarankan agar proses plotting TES dan TEA ke depan melibatkan musyawarah dengan pihak desa setempat. Langkah ini penting untuk mengantisipasi jika ada perubahan rencana jalur maupun lokasi evakuasi saat terjadi bencana, sehingga masyarakat siap dan jalur evakuasi benar-benar aman. Bagi pihak terkait yang ingin melihat detail perubahan Matriks ITBX dan Delineasi hasil rapat ini, data dapat diakses melalui tautan resmi berikut: bit.lyRakorProgressAsistensiRDTRBOB.

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan dokumen RDTR Kawasan Otorita Borobudur tidak hanya mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata, tetapi juga tetap berbasis pada aspek keselamatan masyarakat melalui mitigasi bencana yang matang.