KALAKSA BPBD BERSAMA KABID KEDARURATAN DAN LOGISTIK MELAKSANAKAN MONITORING PESISIR SELATAN PURWOREJO TERKAIT OMBAK TINGGI YANG SEDANG TERJADI

By ADMIN 13 Agu 2026, 06:18:00 WIB Kedaruratan dan Logistik
KALAKSA BPBD BERSAMA KABID KEDARURATAN DAN LOGISTIK MELAKSANAKAN MONITORING PESISIR SELATAN PURWOREJO TERKAIT OMBAK TINGGI YANG SEDANG TERJADI

Keterangan Gambar : Bapak Wasit Diono, S.Sos., didampingi Bapak Muhammad Yuniarto, S.P., M.A.P. melaksanakan monitoring langsung di wilayah pesisir selatan Purworejo


13 Agustus 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo melakukan peninjauan dan monitoring intensif di wilayah pesisir selatan Purworejo pada Rabu (12/8/2026). Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Wasit Diono, S.Sos., didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Bapak Muhammad Yuniarto, S.P., M.A.P. Langkah preventif ini diambil guna merespons potensi gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan selatan dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat pesisir, khususnya para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi potensi gelombang tinggi selama tiga hari ke depan, yakni 13 hingga 15 Agustus 2026.

Bapak Wasit Diono, S.Sos menyampaikan, berdasarkan data prakiraan cuaca dan gelombang laut dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, kondisi perairan di wilayah Pelabuhan Jetis dan sekitarnya berada pada kategori yang perlu diwaspadai.

  • Puncak Gelombang Tinggi (13–14 Agustus 2026): Tinggi gelombang berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini berpotensi disertai kecepatan angin berkisar antara 7–15 knot, dengan hembusan maksimum (gust) dapat mencapai 22–23 knot.

  • Penurunan Gelombang (15 Agustus 2026): Tinggi gelombang diprakirakan mulai menurun ke kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Meski begitu, warga tetap diminta waspada karena kondisi dinamis cuaca laut dapat berubah sewaktu-waktu.

Secara teknis, peningkatan dinamika laut di wilayah perairan selatan Jawa ini dipicu oleh fenomena peningkatan kecepatan angin timuran (Monsun Australia) yang bertiup kencang di atas Pulau Jawa, serta didukung oleh peningkatan kecepatan arus perairan di Samudra Hindia.

Mengingat tingginya risiko kecelakaan laut, BPBD Kabupaten Purworejo menggarisbawahi beberapa poin penting demi keselamatan warga dan nelayan:

  1. Memperhatikan Kesiapan Kapal dan APD: Nelayan yang menggunakan perahu atau kapal berukuran kecil diminta mempertimbangkan ulang rencana melaut. Sebelum berangkat, pastikan kondisi fisik perahu dan mesin dalam keadaan prima, serta membawa alat keselamatan (pelampung) dan sarana komunikasi yang memadai.

  2. Hindari Bibir Pantai saat Gelombang Tinggi: Masyarakat atau wisatawan yang beraktivitas di sekitar kawasan pantai diingatkan untuk tidak mendekati air laut. Jika terjadi perubahan cuaca secara mendadak atau peningkatan gelombang, warga diminta segera menjauh ke area yang lebih tinggi dan aman.

  3. Gunakan Informasi Resmi: BPBD meminta warga untuk tidak hanya mengandalkan kondisi visual cuaca di lapangan. Masyarakat diimbau untuk aktif memantau pembaruan prakiraan cuaca dan gelombang dari sumber resmi BMKG.

Selain itu beliau menghimbau bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kewaspadaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut. Jangan memaksakan diri untuk melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan.