TANAH LONGSOR MENIMPA LAHAN PERTANIAN WARGA BRUNO
Kegiatan Penanggulangan Bencana Tahun 2021

By ADMIN 12 Jul 2021, 11:07:16 WIB Kedaruratan dan Logistik
TANAH LONGSOR MENIMPA LAHAN PERTANIAN WARGA BRUNO

Keterangan Gambar : Petugas melakukan assesment dan pemberian bantuan logistik


Hujan pada hari Sabtu, 10 Juli 2021 dengan intensitas deras di Kecamatan Bruno telah menyebabkan bencana tanah longsor di Dusun Gobyakan, RT 02/ RW 01 Ds. Tegalsari Kec. Bruno dan untuk waktu kejadian kurang lebih pukul 16.00 wib. Dampak bencana seperti korban MD dan terdampak nihil, untuk kerusakan menimpa lahan pertanian warga dan 1 KK diungsikan, menurut penuturan warga setempat sebelum terjadinya longsor, beberapa bulan lalu ketika warga akan mengairi sawah, menggunakan air dari saluran irigasi, area persawahan tersebut selalu tidak dapat menampung air, diperkirakan oleh warga bahwa air meresap dengan cepat, dan tidak diketahui lokasi retakanya. Kemudian terjadilah longsor tersebut. Tim dari BPBD langsung melakukan asessment terkait kejadian bencana tersebut dan berkoordinasi dengan Trantib Kec. Bruno serta perangkat Desa Tegalsari Kec. Bruno. BPBD juga langsung mengambil data dan melakukan dokumentasi di lokasi kejadian serta bantuan logistik untuk kerja bakti telah diserahkan. Akibat dari kejadian tersebut lahan pertanian produktif seluas -+ 2.500 m2, rusak untuk lokasi, DI Watu Jagir dari lokasi kejadian sekitar -+ 30 m dan masih dalam kondisi aman. Satu rumah warga terancam milik a.n Romlan (40) 1 KK 3 Jiwa, dikarenakan lokasi rumah dari lokasi kejadian berjarak -+ 25 m, selain itu di sekitar rumah tersebut terdapat kolam ikan langsung (tanpa lapisan terpal / langsung tanah), kodisi tersebut secara tidak langsung bisa memicu terjadinya retakan tanah. (Atas saran dari perangkat desa, trantib dan petugas BPBD rencana kolam tersebut akan segera dikuras). Keluarga Bp. Romlan sementara apabila hujan lebat mengungsi ke rumah tetangga terdekat, selain rumah juga terdapat kandang ternak milik a.n Urip Suyono, terancam jarak dari lokasi kejadian -+ 20 m dan dikarenakan tanah masih labil, kerja bakti warga masih belum dapat dilaksanakan, untuk kebutuhan mendesak saat ini diperlukan bantuan karung plastik.