WARGA DESA KALIMENENG DILAPORKAN HILANG, DUGAAN AWAL LAKA SUNGAI

By ADMIN 24 Feb 2026, 20:45:33 WIB Kedaruratan dan Logistik
WARGA DESA KALIMENENG DILAPORKAN HILANG, DUGAAN AWAL LAKA SUNGAI

Keterangan Gambar : Pencarian warga Desa Kalimeneng an. Bapak Tugirun pada Minggu, 22 Februari 2026 dinihari


24 Februari 2026 - Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Purworejo melakukan asesment cepat terkait dugaan hilangnya seorang warga di aliran Sungai Lamat, Desa Kalimeneng, Kecamatan Kemiri. Berdasarkan laporan yang diterima dari relawan Granat Rescue pada Minggu, 22 Februari 2026 dini hari pukul 01.39 WIB, korban diketahui beridentitas Bapak Tugirun (73), warga Desa Kalimeneng RT 01/RW 01, Kecamatan Kemiri. Kejadian ini diperkirakan berlangsung sejak Sabtu, 21 Februari 2026 pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kronologi bermula saat adik kandung korban, saudara Paijo, merasa curiga melihat rumah korban dalam keadaan gelap gulita tanpa lampu menyala pada Sabtu petang pukul 18.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan ke dalam rumah, korban tidak ditemukan, namun pakaian yang terakhir dikenakan korban masih berada di dalam ember. Sebelumnya, saksi terakhir kali melihat keberadaan korban pada pukul 10.00 WIB pagi. Pihak keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian mandiri pada Sabtu, 21 Februari 2026 mulai pukul 21.00 WIB dan berhasil menemukan barang-barang milik korban berupa baju lurik hitam silver, topi merah marun, sabit, serta karung di tepian Sungai Lamat, yang berjarak sekitar 50 meter dari kediaman korban.

Merespons laporan tersebut, BPBD Kabupaten Purworejo segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian pada Minggu 22 Februari 2026 dinihari pada pukul 02.30 WIB untuk melakukan pendataan awal bersama relawan Granat Rescue dan pencarian korban pada pukul 04.30 WIB. Langkah koordinasi strategis juga telah dilakukan dengan melibatkan anggota Polsek Kemiri, Koramil Kemiri, Pemerintah Desa Kalimeneng, serta pihak Basarnas Cilacap guna merencanakan operasi pencarian lebih lanjut. Meskipun BPBD bersama warga telah berupaya melakukan penyisiran darat sejauh 1 kilometer ke arah selatan dari titik awal penemuan barang bukti, proses pencarian menghadapi kendala serius. Kondisi medan yang gelap dengan minim penerangan, serta arus sungai yang terpantau kuat dengan kedalaman mencapai 1 hingga 2 meter, menjadi hambatan utama bagi tim di lapangan. Tim gabungan terus memantau situasi guna menentukan titik fokus pencarian pada hari berikutnya.