▴ ▴ - POHON KELAPA TUMBANG TIMPA RUMAH WARGA DI DESA ROWOREJO, KECAMATAN GRABAG
- BPBD HADIRI RAKOR PERSIAPAN PENILAIAN ELIMINASI MALARIA KABUPATEN PURWOREJO
- BPBD HADIRI RAPAT FORUM PENATAAN RUANG, BAHAS RENCANA PEMBANGUNAN MASJID DI WILAYAH RAWAN BANJIR
- BPBD GELAR ACARA TEMU RELAWAN DAN FORUM PENGURANGAN RESIKO BENCANA (FPRB)
- POHON MANGGA TUMBANG DAN TIMPA PAGAR RUMAH WARGA DI KUTOARJO
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA NGENTAK, KECAMATAN NGOMBOL 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KEBURUHAN, KECAMATAN NGOMBOL 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KETAWANGREJO, KECAMATAN GRABAG 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA KERTOJAYAN BAGIAN TITIK BARAT, KECAMATAN GRABAG 26 MARET 2026
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI DESA GEDANGAN, KECAMATAN PURWODADI 26 MARET 2026
Hadiri SLI Jeruk, Wabup Ingatkan Pentingnya Informasi Iklim
Berita Terkait
- Kunjungi Yasuki, Wabup Berikan Santunan Kepada Anak Yatim0
- Bupati Lepas Kontingen Purworejo Ke Porprov Jateng ke XVI 0
- Wakil Bupati Lepas Jalan Sehat Lustrum XIII SMP N 4 Purworejo 0
- Wakil Bupati Hadiri Peringatan HUT SMP Negeri 6 Purworejo0
- BSD di Pituruh, Bupati Dipijat Oleh Warga0
- Pengurus Polosoro 2023-2026 Dikukuhkan, Bupati Akan Perjuangkan Kenaikan Siltap0
- Wabup Serahkan 10 Ribu Telur Ayam, Bantuan Penanganan Stunting Dari Pengusaha0
- WABUP KUNJUNGI ARBI, PEMBALAP MUDA JUARA INTERNATIONAL0
- WABUP HADIRI PENUTUPAN MPLS DAN DONOR DARAH DI SMK II0
- WAKIL BUPATI BUKA RAPIMDA PEMUDA KATOLIK KOMDA JATENG0
Berita Populer
- MITIGASI
- RESCUE ULAR WELING OLEH BPBD DI KANTOR SATPOL PP DAMKAR
- Apa itu Relawan Kebencanaan?
- HASIL RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH
- PETA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI
- APA ARTI BENCANA ?
- Apa Itu Potensi Bencana ?
- JADWAL VAKSINASI RUTIN DI RUMAH SAKIT KAB. PURWOREJO
- MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 AKAN DIPERKIRAKAN LEBIH KERING DARI SEBELUMNYA
- MAKNA SERAGAM ORANGE

Keterangan Gambar : Wakil Bupati menghadiri acara sekolah lapang iklim komoditas buah jeruk
Kabupaten Purworejo pernah terkenal sebagai sentra produksi buah jeruk, khususnya dari wilayah Kecamatan Bayan. Buah jeruk dari Purworejo memiliki kualitas yang baik dan banyak diminati oleh pasar lokal maupun nasional.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH dalam acara sekolah lapang iklim komoditas buah jeruk, di balai desa Bringin Kecamatan Bayan, Jum'at (28/07/2023). Tampak hadir Anggota DPR RI komisi V Ir Sujadi, Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MH hadir secara online, Anggota DPRD Jateng M Zaenudin SH Ssos MHum, Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setyabudi S I Kom MSi, serta Forkopimcam Bayan.
Lebih lanjut Wabup mengatakan, untuk mengembalikan kejayaan komoditas buah jeruk, harus dengan upaya yang maksimal. Salah satunya dengan memahami informasi iklim. Karena pengetahuan dan keterampilan dalam informasi iklim dan perubahan iklim dapat membawa konsekuensi dan dampak positif yang cukup banyak. Hal itu sangat berpengaruh pada sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Karena itu, pelaksanaan SLI komoditas buah jeruk ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim, guna melakukan antisipasi dan adaptasi terhadap dampak kejadian iklim ekstrim." katanya.
Wabup berpesan, dengan kegiatan yang telah dilaksanakan, para petani dapat lebih memahami dan belajar tentang cuaca serta iklim beserta pengaruhnya bagi pertanian khususnya buah jeruk.
"Para petani agar bisa mempraktekkan dalam kegiatan pertanian komoditas tanaman buah jeruk, serta selalu memanfaatkan informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam. Sehingga dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktivitas petani dapat dihindari," pungkasnya.
Sementara Anggota DPR RI Ir Sujadi mengatakan dan berpesan kepada Wakil Bupati untuk selalu menyajikan buah jeruk dari Desa Bringin.
"Bagi saya yang penting lewat Ibu Wakil Bupati kalau jamuan atau ada acara harus ada jeruk dari Desa Bringin. Jeruk ini luar biasa, saya selama hidup baru kali ini merasakan jeruk manis sekali. Mengalahkan jeruk dari Thailand," ujarnya.
Pada sesi doorstop Kepala BMKG Prof Ir Dwikorita Karnawati MSc PhD mengatakan para petani diharapkan dapat menghadapi fenomena cuaca dan iklim beserta perubahannya. Dengan mengetahui lebih dini, petani bisa melakukan perencanaan.
BMKG memprediksi curah hujan mencapai kondisi yang sangat rendah. Bisa 0 - 20 mm dalam satu bulan. Artinya sangat rendah sehingga membahayakan bagi tanaman yang membutuhkan banyak air.
"Misalnya sekarang masuk musim kemarau yang kering sudah direncanakan pola tanam yang cocok seperti apa. Tanaman yang tidak membutuhkan banyak air namun dapat bertahan dengan baik. Tahun lalu itu kemaraunya basah tentunya pola penanganannya juga berbeda, sehingga itulah tujuannya untuk menjaga agar kegiatan para petani ini dapat terlaksana dengan hasil yang optimal." katanya.
Sumber: Prokopim








