BPBD PASANG EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI BARU DI DESA PEJAGRAN UNTUK PERKUAT SISTEM PERINGATAN DINI

By ADMIN 25 Apr 2026, 20:46:04 WIB Pencegahan dan Kesiapsiagaan
BPBD PASANG EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI BARU DI DESA PEJAGRAN UNTUK PERKUAT SISTEM PERINGATAN DINI

Keterangan Gambar : Sosialisasi alat EWS Tsunami baru di Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol oleh BPBD Purworejo


25 April 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo terus berkomitmen memperkuat keamanan wilayah pesisir melalui pemasangan instrumen kebencanaan. Pada Jumat, 24 April 2026, BPBD melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pemasangan Early Warning System (EWS) Tsunami yang bertempat di Aula Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol, pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Purworejo Bapak Iskhak, S.Pd., M.M.Pd., Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bapak Yeniar A, S.E, perwakilan dari PT. Lintang Adiaksa Solosindo selaku penyedia teknologi, serta Kepala Desa Pejagran. Acara ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa dan warga yang berdomisili di sekitar lokasi pemasangan alat EWS. Keterlibatan warga lokal dinilai krusial karena mereka adalah garda terdepan dalam menjaga dan merespons sinyal dari alat tersebut.

Kepala Desa Pejagran dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas penempatan alat peringatan dini tersebut di desanya. Ia berharap dengan adanya EWS baru ini, kecemasan warga terhadap potensi ancaman Tsunami dapat teredukasi dengan mitigasi yang tepat. Kepala Sekretariat BPBD Kabupaten Purworejo, Bapak Iskhak, S.Pd., M.M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pemasangan EWS merupakan bagian dari strategi besar perlindungan masyarakat pesisir Purworejo. Beliau berharap masyarakat Desa Pejagran ikut memiliki dan menjaga alat ini agar selalu dalam kondisi prima saat dibutuhkan.

Memasuki sesi inti, perwakilan dari PT. Lintang Adiaksa Solosindo memberikan pemaparan mendalam mengenai spesifikasi teknis dan cara kerja EWS Tsunami yang baru dipasang. Tidak hanya teori, pihak penyedia juga melakukan simulasi bunyi sirine dan menjelaskan prosedur yang harus dilakukan warga jika alat tersebut memberikan tanda bahaya. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai perbedaan bunyi tes rutin dan bunyi peringatan evakuasi yang sesungguhnya. Melalui sosialisasi ini, diharapkan tidak terjadi kepanikan yang tidak perlu (false alarm) namun tetap mempertahankan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan lokasi pemasangan alat dan koordinasi teknis bersama perangkat desa guna memastikan sistem transmisi data dari EWS ke pusat kendali BPBD berjalan dengan lancar.