BPBD LAKSANAKAN KOORDINASI DI TIGA DESA UNTUK KEGIATAN DESTANA TAHUN 2026

By ADMIN 09 Apr 2026, 07:33:05 WIB Pencegahan dan Kesiapsiagaan
BPBD LAKSANAKAN KOORDINASI DI TIGA DESA UNTUK KEGIATAN DESTANA TAHUN 2026

Keterangan Gambar : Bapak Yeniar Arbayanto, S.E melaksanakan koordinasi terkait kegiatan DESTANA yang akan dilaksanakan tahun 2026


09 April 2026 - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo terus berkomitmen meningkatkan kapasitas masyarakat di tingkat akar rumput dalam menghadapi potensi bencana. Hal ini ditegaskan melalui koordinasi intensif yang dilakukan BPBD melalui bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan pada hari Selasa, 7 April 2026 yang dilaksanakan langsung oleh Bapak Yeniar Arbayanto, S.E, selaku Kepala Bidang bersama sejumlah pemerintah desa terkait rencana pembentukan dan pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) tahun 2026. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, tiga desa di wilayah Kabupaten Purworejo menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan rangkaian kegiatan DESTANA yang akan difasilitasi langsung oleh tim dari BPBD Kabupaten Purworejo.

Berikut adalah jadwal rencana pelaksanaan kegiatan DESTANA di masing-masing wilayah:

  1. Desa Wironatan, Kecamatan Butuh Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada Senin dan Selasa, 27-28 April 2026. Acara akan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Aula Desa Wironatan.

  2. Desa Kesawen, Kecamatan Pituruh Menyusul setelahnya, Desa Kesawen akan melaksanakan kegiatan pada Rabu dan Kamis, 29-30 April 2026. Pelatihan dan koordinasi akan dipusatkan di Aula Desa Kesawen mulai pukul 08.30 WIB.

  3. Desa Rowobayem, Kecamatan Kemiri Memasuki bulan Mei, Desa Rowobayem dijadwalkan melaksanakan kegiatan pada Senin dan Selasa, 4-5 Mei 2026. Kegiatan ini akan mengambil tempat di Aula Desa Rowobayem mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan DESTANA ini bertujuan untuk membekali masyarakat desa dengan pengetahuan mitigasi, pemetaan risiko mandiri, hingga kemampuan respons cepat saat terjadi bencana. Melalui program ini, diharapkan desa-desa tersebut memiliki ketahanan secara mandiri (self-reliance) dalam mengenali ancaman di lingkungannya dan mengorganisir sumber daya lokal untuk meminimalisir dampak risiko bencana. Hingga berita ini diturunkan, ketiga pemerintah desa telah menyatakan kesiapan penuh, baik secara tempat maupun personil, untuk menyukseskan agenda penting dalam rangka mewujudkan Purworejo yang lebih tangguh terhadap bencana.