▴ ▴ - BPBD HADIRI PENUTUPAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP II DI DESA BENOWO, KECAMATAN BENER
- HADAPI POTENSI KEMARAU PANJANG DAN RISIKO KARHUTLA 2026, BPBD GELAR RAKOR LINTAS SEKTORAL
- BPBD GELAR RAKOR DAN SURVEI REKOMENDASI MITIGASI BENCANA PERTASHOP DI KALIGESING
- BPBD DUKUNG OPTIMALISASI POSYANDU 6 SPM SEBAGAI PUSAT LAYANAN TERPADU MASYARAKAT
- TINGKATKAN SINERGI KEBENCANAAN, BPBD PURWOREJO HADIRI PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS TRC MULTISEKTOR SE-JATENG
- BPBD LAKSANAKAN UPACARA HARI KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2026
- SUSUN RAPERBUB PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR, BPBD TEKANKAN PENTINGNYA MITIGASI TSUNAMI
- BPBD DAN BAZNAS BERKOLABORASI DALAM KEGIATAN PERTOLONGAN DI MEDAN KETINGGIAN
- BPBD HADIRI FGD SEKOLAH NASIONAL TERINTEGRASI 2026 PASTIKAN ASPEK KESELAMATAN DAN MITIGASI BENCANA
- BPBD LAKSANAKAN DESTANA TAHUN 2026 DI DESA ROWOBAYEM, KECAMATAN KEMIRI
ADAPTASI KEBIASAAN BARU
Upaya Memutus Penyebaran Covid-19
Berita Terkait
- PENGENALAN MASA NEW HABIT DI SEKOLAH0
- SHARING PENGELOLA BTT COVID-190
- RAKOR PENYUSUNAN PROTOKOL KESEHATAN0
- PENGAKHIRAN STATUS TANGGAP DARURAT COVID-190
- PERCEPATAN PENANGANAN COVID-190
- KEGIATAN FASILITASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN BPBD KABUPATEN PURWOREJO0
- KEGIATAN FASILITASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN BPBD KABUPATEN PURWOREJO0
- KEGIATAN FASILITASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN BPBD KABUPATEN PURWOREJO0
- KEGIATAN FASILITASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN BPBD KABUPATEN PURWOREJO0
- KEGIATAN FASILITASI PENYEMPROTAN DESINFEKTAN BPBD KABUPATEN PURWOREJO0
Berita Populer
- MITIGASI
- RESCUE ULAR WELING OLEH BPBD DI KANTOR SATPOL PP DAMKAR
- Apa itu Relawan Kebencanaan?
- HASIL RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH
- PETA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI
- APA ARTI BENCANA ?
- Apa Itu Potensi Bencana ?
- JADWAL VAKSINASI RUTIN DI RUMAH SAKIT KAB. PURWOREJO
- MAKNA SERAGAM ORANGE
- MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 AKAN DIPERKIRAKAN LEBIH KERING DARI SEBELUMNYA

Keterangan Gambar : Bupati Purworejo
BPBD_PWR. (6/82020). Fenomena sekarang orang-orang senang olah raga bersepeda, padahal biasanya joging. Nanti bila musim olah raga bersepeda selesai maka kebiasaan orang-orang berolah raga akan kembali joging. Sekarang bermunculan pedangan di tepi jalan raya menawarkan berbagai atribut menyambut hari kemerdekaan RI, tapi begitu memasuki bulan September para pedangang akan kembali dengan aktifitas sebelumnya. Keadaan setelah selesai musim sepeda atau setelah bulan September artinya aktifitas kembali normal, kembali seperti sebelumnya.
Paska masa tanggap darurat Covid-19, kini Purworejo pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), maka penting memahami apa artinya dalam kehidupan sehari-hari. AKB bukan berarti kembali ke kehidupan normal dan melakukan segala aktivitas sama seperti sebelum pandemi. AKB bukan kebiasaan musiman dimana setelah musim selesai, kebiasaan akan kembali seperti sebelumnya. AKB merupakan hal baru. Memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak sosial (social distancing) sekarang merupakan hal baru dalam berbagai aktifitas. Karena merupakan hal baru itulah, saat ini disebut dengan istilah adaptas.
Semula dalam aktifitas tanpa memakai masker, sekarang dalam melaksanakan aktifitas beradaptasi menggunakan masker. Semula kalau mendatangi pertemuan tidak mencuci tangan, sekarang kalau mendatangi pertemuan harus mencuci tangan. Semuka di kantor tidak bermasker, sekarang di kantor harus bermasker. Semula dalam bekerja tidak jaga jarak, sekarang bila bekerja harus dibiasakan berjarak. Oleh karena kebiasaan baru maka saat ini masa adaptasi. Adaptasi dalam beraktifitas. Adaptasi dalam menjalankan kebiasaan. Dan karena hal baru yang belum pernah dilakukan maka disebutlah dengan istilah kebiasaan baru.
Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purworejo makin meningkat. Kalau dilihat tayangan di website https://covid19.purworejokab.go.id/ hari ini 6 Agustus 2020 jam 8.45 jumlah penderita Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 195 orang. Mungkin Anda merasa aman dan ingin kembali ke kebiasaan lama, saat melihat banyak orang di pusat perbelanjaan, fasilitas umum, tempat wisata atau restoran. Tapi itu hanya rasa aman palsu. Kita tetap harus berhati-hati.
- Selalu gunakan masker saat keluar rumah. Kenapa? Karena kita mungkin membawa virus tapi tidak memiliki gejala atau hanya gejala ringan, sehingga bisa menularkan ke orang lain. Tapi masker harus dipakai dengan benar! Pastikan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu dan hanya dipakai satu kali! Masker kain dipakai ulang setelah dicuci dengan deterjen. tetapi masker medis harus dibuang begitu sampai di rumah.
- Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Saat menyentuh benda-benda yang sering disentuh orang lain seperti pegangan pintu, uang, meja makan, tangan Anda bisa terpapar virus. Mata, hidung, dan mulut merupakan pintu masuk virus.
- Selalu ambil jarak lebih dari 1 meter dari orang-orang saat berada di luar rumah. Kadang kita merasa tidak nyaman saat ada yang berdiri terlalu dekat, semisal saat mengantri. Jangan ragu, minta dengan sopan agar mereka menjaga jarak dengan mengatakan “Maaf, tolong jaga jarak, ya”.
- Sering cuci tangan dengan sabun. Kita sudah sering mendengar hal ini. Tapi pastikan kita melakukannya dengan tepat, selama minimal 20 detik dan selalu lakukan saat tiba di rumah atau di tempat tujuan. Saat di luar rumah, cairan pencuci tangan yang mengandung alkohol merupakan pilihan bila sabun dan air mengalir tidak tersedia.
- Selalu ikuti perkembangan informasi dan hanya ikuti sumber terpercaya. Setiap kali ada krisis, ada saja orang-orang yang suka menyebarkan informasi palsu dan hoaks yang membingungkan masyarakat dan membuat situasi menjadi lebih buruk.
Mari kita putus rantai penyebaran Covid-19 mulai dari diri kita sendiri, keluarga, dan masyarakat umumnya. Mari bersama kita lawan corona virus. *)pep.








