
- CHECKING EARLY WARNING SYSTEM (EWS) TSUNAMI BULAN MARET TAHUN 2025
- BPBD MELAKSANAKAN RAKOR DAN SINERGITAS DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2025
- BPBD MENGHADIRI RAPAT PARIPURNA DPRD KABUPATEN PURWOREJO
- UJI PUBLIK DRAFT KAJIAN EVALUASI KEGIATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA TAHUN 2025
- BPBD PURWOREJO MENGIKUTI KUNJUNGAN KE BPBD KULON PROGO BERSAMA BNPB
- BIMBINGAN TEKNIS DAN KOORDINASI PURWOREJO DISABILITAS TANGGUH (PORDISTA)
- BPBD MELAKSANAKAN RAPAT KOORDINASI PENANGANAN DEMAM BERDARAH DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2025
- RAKOR KESIAPSIAGAAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA SAAT HARI RAYA IDUL FITRI 1446 H
- BPBD MENGHADIRI ACARA PENUTUPAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP 1 TA. 2025
- RAPAT KOORDINASI TEKNIS TERKAIT PENGUSULAN RUMAH RUSAK TERDAMPAK BENCANA
KUNJUNGAN KE PABRIK PERAHU
RENCANA PENGADAAN PERAHU RESCUE
Berita Terkait
- MENGHADAPI BULAN SUCI RAMADHAN DAN IDUL FITRI 1440 H0
- PERMOHONAN PENDANAAN KEGIATAN MELALUI GUBERNUR JAWA TENGAH TAHUN 20190
- HASIL PEMERIKSAAAN PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH0
- BANGKIT UNTUK BERSATU0
- PERSIAPAN NILAI A SAKIP 20180
- SEMARAK KARTINI MENGAKHIRI KEGIATAN BPBD0
- UPACARA HARI PENDIDIKAN NASIONAL0
- KUNJUNGAN BPBD PRVINSI JATENG0
- APA ARTI BENCANA ?0
- MENGANTISIPASI LEBARAN0
Berita Populer
- MITIGASI
- RESCUE ULAR WELING OLEH BPBD DI KANTOR SATPOL PP DAMKAR
- HASIL RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH
- Apa itu Relawan Kebencanaan?
- APA ARTI BENCANA ?
- PETA DAERAH RAWAN BENCANA TSUNAMI
- MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 AKAN DIPERKIRAKAN LEBIH KERING DARI SEBELUMNYA
- JADWAL VAKSINASI RUTIN DI RUMAH SAKIT KAB. PURWOREJO
- Apa Itu Potensi Bencana ?
- RILIS PRAKIRAAN MUSIM KEMARAU TAHUN 2023 PROVINSI JAWA TENGAH DARI BMKG

BPBD PURWOREJO - Kabupaten Purworejo memiliki tingkat potensi bencana yang sangat tinggi, ditingkat Jawa Tengah menempati urutan ke 2 dan ditingkat Nasional pada urutan ke 18 berdasarkan Indek Resiko Bencana Indonesia yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2013
Di bagian selatan wilayah purworejo merupakan dataran rendah dan bagian utara merupakan daerah perbukitan. Kondisi ini menjadikan wilayah selatan sering menjadi daerah penampungan air hujan. Bahkan bila curah hujan lebih dari 24 jam, sangat mungkin wilayah selatan akan terjadi banjir.
Potensi banjir karena kiriman air hujan dari daerah perbukitan sering melanda Daerah Aliran Sungai Bogowonto dan Daerah Aliran Sungai Gebang. Ada empat kecamatan yang sering terjadi banjir, yaitu kecamatam Bagelen, Purwodadi, Ngombol dan Grabag.
Mengantisipasi kondisi banjir di bagian selatan tersebut, pemerintah berupaya mengurangi resiko timbulnya korban. Proses evakuasi warga merupakan langkah yang harus mendapatkan prioritas ketika terjadi banjir. Dengan terbatasnya alat evakuasi yang terbatas, pemerintah berupaya menambah perahu rescue yang nantinya akan di-standby-kan di daerah rawan banjir.
Melalui BPBD, pemerintah mempercayakan proses perencanaan pengadaan perahu rescue untuk air menggenang. Jenis perahu berbahan fiberglass dengan tenaga dayung atau mesin dan mampu menerobos di pemukiman padat penduduk dipandang cocok untuk evakuasi penduduk disaat banjir. Salah satu home industri pabrik perahu yang disurvei Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Drs. Sutrisno, M.Si adalah CV Berkah Laut berlokasi di Jl. Diponegoro Jetis Nusawungu Cilacap akhir April lalu. Perusahaan yang telah melayani barang pemerintah sejak 2012 ini juga melayani servis perahu, pelanggannya tersebar dari Jawa dari luar Jawa.
Tampak Kalak BPBD beserta staf sedang berada di pabrik prahu untuk melihat proses pembuatan perahu dengan berbagai jenis dan ukuran. Tujuan utama kunjungan ini untuk memastikan spesifikasi dimensi, bahan, jenis perahu, perawatan dan harga.
Selanjutnya hasil kunjungan ini akan ditindaklanjuti berupa usulan satuan standar harga dan usulan perubahan anggaran kepada pemerintah daerah. Dengan harapan usulan ini nantinya akan direspon baik dan segera dapat terealisasi serta semakin memudahkan dalam proses evakuasi bilamana diperlukan ketika bencana banjir.