▴ ▴ - BPBD PADAMKAN KEBAKARAN LAHAN DI DUSUN TIRIP, DESA RENDENG, KECAMATAN GEBANG
- TRC BPBD LAKSANAKAN PENANGANAN KEBAKARAN LAHAN DI KELURAHAN PANGENREJO
- TRC BPBD TANGANI KEBAKARAN LAHAN DI DESA BRENGGONG, KECAMATAN PURWOREJO
- BPBD HADIRI KARYA BAKTI DAN RESIK-RESIK GOA SEPLAWAN DALAM RANGKA HUT KE - 81 TNI DAN HUT KE - 76 KODAM IV/DIPONEGORO
- BPBD, DAMKAR, POLRES DAN RELAWAN LAKUKAN PENANGANAN KEBAKARAN LAHAN DI JALAN TENTARA PELAJAR
- BPBD LAKSANAKAN ASSESMENT PENANGANAN TINDAK LANJUT DAMPAK KEKERINGAN DI DESA DONOREJO, KECAMATAN KALIGESING
- BPBD TEMUKAN TITIK SUMBER AIR UNTUK PENANGANAN KEKERINGAN DAN RENCANA PEMBUATAN SUMUR BOR DI DESA BANYUASIN SEPARE
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI APINDO KE DESA TLOGOKOTES DAN KALITANJUNG, 17 SEPTEMBER 2026
- KEPALA PELAKSANA BPBD MELAKSANAKAN ASSESMENT BERSAMA TRC PERIHAL PERMOHONAN BANTUAN AIR BERSIH DI SD NEGERI KAMBANGAN, KECAMATAN BRUNO
- BPBD LAKSANAKAN DROPING AIR BERSIH BANTUAN DARI PMI KE DESA HARDIMULYO DAN KLANDARAN, 17 SEPTEMBER 2026
SINERGI BPBD PURWOREJO DAN KKN UNS, PERKUAT MITIGASI MELALUI PEMETAAN JALUR EVAKUASI DI DESA KEMANUKAN

Keterangan Gambar : Kegiatan Pemetaan Jalur Evakuasi dan sosialisasi mitigasi bencana alam antara BPBD Kabupaten Purworejo bersama KKN UNS
26 Januari 2026 - Upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana terus digencarkan. Bertempat di Pendopo Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, BPBD Kabupaten Purworejo bersama mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan sosialisasi mitigasi bencana dan pemetaan jalur evakuasi pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari perwakilan Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kemanukan. Dalam sesi awal, tim KKN UNS memaparkan hasil riset lapangan berupa Pemetaan Lokasi Rawan Bencana dan Jalur Evakuasi. Data ini sangat krusial sebagai panduan warga untuk mengetahui titik-titik mana saja yang memiliki risiko tinggi serta rute teraman menuju titik kumpul jika terjadi bencana alam.
Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, dua narasumber dari BPBD Purworejo hadir memberikan materi teknis :
-
Bapak Kurnia Arif (Mitigasi Bencana Tanah Longsor): Beliau menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda awal pergerakan tanah, terutama mengingat topografi wilayah Kecamatan Bagelen khususnya termasuk Desa Kemanukan yang rawan longsor saat intensitas hujan tinggi.
-
Bapak Ariyanto (Manajemen Risiko Bencana): Materi ini fokus pada bagaimana masyarakat secara mandiri mampu mengelola risiko, mengurangi dampak kerugian, serta langkah koordinasi yang cepat antar instansi saat keadaan darurat.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Warga tampak antusias menanyakan solusi terkait titik rawan di sekitar pemukiman mereka serta cara memelihara rambu-rambu evakuasi yang nantinya akan dipasang.


