PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO GELAR APEL SIAGA BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR TAHUN 2021
Persiapan Penanggulangan Bencana Musim Penghujan 2021/2022

By ADMIN 28 Sep 2021, 11:27:17 WIB Pemerintahan
PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO GELAR APEL SIAGA BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR TAHUN 2021

Keterangan Gambar : GELAR APEL PASUKAN SIAGA BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR TAHUN 2021


Purworejo, Selasa 28 September 2021, bertempat di JAlan Proklamasi Purworejo, tepatnya di depan Kantor Bupati Purworejo dilaksanakan Gelar Apel Siaga Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2021. Mengantisipasi datangnya musim penghujan tahun 2021 yang oleh BMKG melalui siaran persnya diperkirakan akan dimulai pada dasarian pertama bulan Oktober 2021 di sona wilayah Jawa Tengah, maka Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam hal ini diprakarsai oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Purworejo menggelar Apel Siaga Bencana Banjir dan Longsor Tahun 2021.

Selaku Pembina Apel adalah Wakil Bupati Purworejo, Ibu H. Yuli Hastuti S.H., dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Komandan Kodim 0708, Kapolres Purworejo, Pejabat Perangkat Daerah terkait. Adapun peserta Apel Siaga terdiri atas stakeholder penanggulangan bencana, antara lain Personil KODIM 0708, Personil POLRES Purworejo, Personil BRIMOB Kopmi 4/C Satbrimob POLDA Jawa Tengah, Satpol PP DAMKAR, Personil BPBD, PMI, TAGANA, ORARI, RAPI, IOF (Indonesia Offroad Federation), PATCO, dan BANSER, kurang lebih berjumlah 100 orang. Dalam Apel dimaksud juga diikutsertakan peralatan yang dimiliki oleh masing-masing komponen berupa, kendaran offroad 4X4, Trail Terabas, Mobil Komando, Truk Evakuasi, Ambulans, Perahu dan Peralatan Rescue lainnya sebagai wujud kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Bencana Banjir dan Tanah Longsor.

Di dalam amanatnya Wakil Bupati menyampaikan pesan bahwa mengingat dalam Indeks Risiko Bencana Indonesia yang dirilis Tahun 2020 bahwa kabupaten Purrworejo memiliki risiko tinggi terhaddap bencana yaitu urutan 4 Nasional dan urutan pertama di Provinsi Jawa Tengah, hal ini patut menjadi perhatian para pengambil kebijakan di bidang penanggulangan bencana untuk melaksanakan perencanaan dalam rangka pengurangan risiko bencana. Pelaksanaan Apel Siaga Bencana Banjir dan LOngsor yang diselenggarakan ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Bupati karena merupakan wujud dari kesiapan takeholder penanggulangan bencana yang bersatu padu dalam mempersiapkan segala bentuk antisipasi terhadap potensi-potensi bencana yang menjadi ancaman mengingat kita sudah mulai memasuki musim penghujan.

Sebagaimana diketahui bahwa Risiko Benecana di Purworejo sangat tinggi disebabkan oleh kondisi geografis yang cukup unik karena diapit oleh dua gugus perbukitan, yaitu gugusan perbukitan Menoreh di sisi timur, dan gugusan perbukitan Serayu di sisi Barat memiliki karakter batuan purba yang rapuh dan mudah longsor. Sementara 50% didominasi dataran rendah yang dilalui tiga sungai besar yang bermuara di Samudera Indonesia yaitu, Sungai Bogowonto di bagian Timur, Sungai Kali Jali di wilayah tengah, dan Sungai Wawar di Batas Barat. Sungai-sungai dimaksud memiliki puluhan anak sungai di bagian hulu sengingga wilayah dataran memiliki potensi ancaman banjir tahunan yang cukup tinggi. Ditambah lagi wilayah perairan Purworejo di sebelah Selatan yang langsung menghadap samudera Indonesia dengan karakter pantai datar bergumuk pasir yang sangat rawan terhadap ancaman tsunami apabila terjadi gempa bumi di wilayah patahan lempeng tektonik Indo-Australia dengan Eurasia. Oleh karenanya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana ini sudah wajibnya menjadi perhatian khusus pemerintah selaku penanggung jawab penanggulangan bencana.

Pelatihan-pelatihan dan mitigasi bencana sangat penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dan mengurangi risiko bencana yang menjadi ancaman.

Apel Siaga Bencana Banjir dan Longsor ini diharapkan merupakan wujud sinergi pentahelix penanggulangan bencana yang dimotori pemerintah selaku penanggung jawab beserta jajaran TNI/POLRI, unsur masyarakat yang diwakili oleh relawan dan komunitas, unsur dunia usaha, unsur pendidikan, dan media masa yang turut menyebarkan kebiasaan kesiapsiagaan bencana menjadi habit.

Mengingat situasi masih dalam masa pandemi covid-19 maka Apel dilaksanakan secara singkat dan padat dengan jumpah peserta terbatas namun menunjukkan keterwakilan dari berbagai stakeholder penanggulangan bencana di kabupaten Purworejo.

 

Salam Tangguh Salam Kemanusiaan, #siapuntukselamat (*Iman Tjiptady)