PELATIHAN PUSDALOPS PENANGGULANGAN BENCANA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2024

By ADMIN 23 Mei 2024, 21:15:23 WIB Kegiatan
PELATIHAN PUSDALOPS PENANGGULANGAN BENCANA PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2024

Keterangan Gambar : Pelatihan PUSDALOPS Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Tengah tahun 2024


BPBD Kabupaten Purworejo menghadiri kegiatan pelatihan PUSDALOPS Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 yang diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada tanggal 16 dan 17 Mei 2024 bertempat di Hotel Indah Palace Kabupaten Tawangmangu, Jawa Tengah. Pelatihan ini diikuti oleh wakil dari seluruh PUSDALOPS BPBD Kabupaten / Kota se-Jawa Tengah. BPBD Kabupaten Purworejo diwakili oleh Ibu Dra. Dede Yeni Iswantini, M.M. selaku Plt. Kepala Pelaksana BPBD, Bapak Suparyono, S.Sos selaku Kabid DARLOG dan Rio Adhi Prastoro selaku Staf Bidang DARLOG. Pelatihan dibuka oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah dengan pembicara dari BNPB, BIG dan PUSDALOPS BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Hasil pelatihan tersebut antara lain adalah sebagai berikut, PUSDALOPS PB memiliki fungsi strategis pada Tahap Prabencana, Saat Bencana dan Pasca Bencana. Fungsi tersebut dapat dijabarkan ke dalam beberapa tugas; yaitu tugas Koordinasi & Sinkronisasi, Penyiapan & Pengolah Data, Analisis Pemantauan Potensi Ancaman Bencana, Pengerahan Sumberdaya, Diseminasi & Informasi, Komunikasi Kedaruratan dan Rekomendasi Operasi PDB. 
Fungsi PUSDALOPS PB di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: Pengolahan data, analisis dan diseminasi informasi darurat bencana, Penyiapan koordinasi penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria di bidang pengendalian operasi penanganan darurat bencana, Penyusunan rencana operasi penanganan pada saat siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan, Penyusunan rekomendasi operasi penanganan bencana dan Penyusunan koordinasi, komunikasi dan sinkronisasi penanggulangan bencana lintas sektor.
Migrasi data numerik ke data geospasial menjadi poin penting untuk memahami secara mendalam dan komprehensif  dari data numerik yang telah dikompilasi tersebut. Sebaran data numerik menurut lokasi secara keruangan memudahkan analisis data tersebut ke dalam informasi yang tidak diperoleh ketika data tersebut hanya berbentuk angka/numerik dalam table. Salah satunya adalah memunculkan infornasi prakiraan (forecasting) kejadian-kejadian yang secara serial dapat menunjukkan trend (kecenderungan) kejadian yang berulang sehingga kesiapan pemangku kepentingan (stakeholder) dapat ditingkatkan.
Analisis data beserta hasil turunannya tidak akan mendatangkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan pimpinan ketika data awal tidak dikompilasi dengan baik dan benar (Garbage In, Garbage Out). Oleh sebab itu, masing-masing pemangku kepentingan yang berkaitan dengan data harus memiliki pemahaman yang sama terhadap data (jenis data, cara sampling data, karakteristik data, klasifikasi data, ambang batas data, dll).
Data/informasi kebencanaan harus divalidasi menurut petunjuk pelaksanaan yang telah dijadikan acuan sehingga seluruh data yang muncul dari seluruh wilayah memiliki kesamaan format data, sehingga pengumpulan, analisis dan penggunaan data yang baik dan benar meningkatkan semua aspek manajemen kebencanaan mulai dari mitigasi hingga pemulihan, serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penanganan bencana. 
Aplikasi CEVADIS diperkenal kembali oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah sebagai alat untuk mengkompilasi data kebencanaan seluruh wilayah Jawa Tengah.